Platform LGA 1156

Soket baru, prosesor baru, chipset baru, HSF baru. Platform Intel berbasis soket LGA 1156 menjanjikan kinerja tinggi dan kestabilan yang baik de­ngan harga yang terjangkau untuk pasar PC mainstream.

dfd

Preview Platform LGA 1156

Hanya beberapa hari sebelum akhir deadline, CHIP menerima paket kejutan manis, motherboard P55 dengan prosesornya, Intel Core i5 dan Core i7. Berhubung tidak banyak waktu tersisa, di edisi ini CHIP hanya menampilkan sekilas pengujian platform baru tersebut.

Soket baru? Ya, kini tibalah saatnya kita menyambut kehadiran soket baru untuk platform Intel kelas mainstream. Motherboard berbasis chipset Intel P55, prosesor berteknologi Nehalem (dengan code name Lynnfield) dengan pin-out berjumlah 1156, dan sepasang DDR3 bertegangan rendah, adalah “bahan baku” platform baru ini. Tanpa perlu berlama-lama lagi, CHIP langsung menguji platform baru ini dan menyuguhkan hasil benchmark awal beserta sekelumit pembahasan mengenai platform LGA 1156.
PCH P55

Julukan chipset sudah kurang pas untuk P55 karena platform ini hanya memiliki sebuah chip utama. Intel pun menamakannya PCH (Platform Controller Hub). Hal ini dimungkinkan karena pada soket 1156 yang diusungnya, graphics card terhubung langsung ke prosesor. Jadi, konsepnya berbeda dengan X58 yang menggu­nakan IOH untuk koneksi graphics card.

f

Jika graphics card terhubung langsung ke prosesor, artinya kecepatan transfer data antara keduanya menjadi lebih besar, bukan? Ya dan tidak. Ya, secara teoritis, jika hanya menggunakan sebuah graphics card saja, koneksi PCI express dapat mencapai x16 atau sama dengan X58 yang harus melalui IOH. Tidak, karena secara total, prosesor soket 1156 hanya terbatas hingga 16 jalur saja. Jadi, pada penggunaan dua card saja, setiap PCIe akan dibatasi bandwidth-nya menjadi x8.

Hal yang menarik untuk dicermati, PCH P55 ini tidak menghasilkan panas tinggi saat sistem sedang bekerja keras sekalipun. Hal ini sangat berbeda dengan chipset X58 yang cenderung panas. Tak heran jika board P55 yang diuji CHIP cenderung me­nampilkan kestabil­an yang baik.

Melihat kesederhanaan dan efisiensinya, secara teoritis, platform berbasis P55 ini akan menjadi pengganti kelas mainstream terdahulu dengan mudah. Dengan hanya sebuah chip saja, harga board tentu dapat ditekan. Menurut pemantauan CHIP, board P55 versi awal ada yang akan ditawarkan dengan harga kisaran US$ 159. Harga ini lebih murah jika dibandingkan dengan harga awal board P45 terdahulu.

gh
rt
rh

INFO
Core i5 dan Core i7 LGA 1156
gfs
angan bingung dengan penamaannya. Soket LGA 1156 memang berbeda de­ngan LGA 1366. Berikut adalah tiga prosesor pertama untuk soket LGA 1156 yang seharusnya sudah tersedia saat tulisan ini Anda baca.

Jadi, untuk mengurangi kebingungan Anda pada perbedaan antara Core i5 dan Core i7, perhatikan saja jumlah thread-nya. Core i7 dapat menjalankan 8 thread dengan 4 core. Ini berarti, semua Core i7, baik yang bersoket 1366 maupun 1156, sudah dilengkapi dengan Hyperthreading.
Sementara itu, Core i5 tidak dilengkapi Hyperthreading. Bagi Anda yang sudah mendengar mengenai Core i3, jangan bingung. Core i3 memiliki spesifikasi menyerupai Core i5, tetapi varian ini tidak memiliki mode turbo
il
*Berdasarkan pemantauan harga beragam situs di Internet

INFO
Hanya 0.85 Volt
gdfg
Hidupkan semua feature penghematan daya dan prosesor soket LGA 1156 ini akan mengejutkan Anda. Saat idle, keduanya tercatat hanya menggunakan tegangan 0,85 volt! Ini berarti Lynnfield dapat bekerja dengan tegangan lebih rendah dibandingkan yang digunakan CPU Atom dan ULV 723 (notebook). Pada desktop, hal ini mungkin sekadar menarik saja. Akan tetapi, temuan ini membuat CHIP tidak sabar menantikan varian mobile-nya.
Dua Prosesor LGA 1156

Perhatikan boks yang tersedia mengenai spesifikasi prosesor soket 1156 yang tersedia di awal debutnya. Anda akan melihat bahwa Hyperthreading menjadi pembeda utama Core i5 dan Core i7. Hal ini berarti, Core i7 soket 1156 pasti lebih unggul, bukan? Akan tetapi, melihat kondisinya, Core i5 bisa tampil lebih menawan di awal debut soket 1156. Mengapa demikian? Jawabannya adalah OS. Windows XP dan Vista bukanlah OS terbaik untuk mengoptimalkan penggunaan Hyper­threading. Windows Vista memang dapat mengendalikan multi-core dengan lebih baik dibandingkan XP. Akan tetapi, pengendalian thread untuk feature Hyperthreading masih kurang baik. Hal ini dapat Anda perhatikan pada pengujian game dengan engine yang sudah agak berumur seperti Quake4 dan Left4Dead. Berdasarkan briefing CHIP dengan Intel, hal ini akan teratasi dengan penggunaan Windows 7 yang jauh lebih “pandai” dalam urusan pengaturan thread.
thh
fgjrfgj

gjfgjh
Ada sebuah kesamaan yang menarik pada paket penjualan Core i5 dan Core i7 di awal debutnya. Berdasarkan laporan dari para pembeli, HSF standar yang tersedia berukuran sangat mungil. Hal ini membuat overclocking nyaris mustahil. CHIP beruntung berhasil memperoleh HSF ThermalTake SpinQ untuk soket 1366/1156 dalam pengujian awal ini sehingga overclocking kedua prosesor dapat berjalan dengan baik.

Terima kasih sedalam-dalamnya harus kami tujukan ke pihak Gigabyte dan Intel yang telah menyediakan prosesor dalam pengujian ini. Gigabyte telah menyediakan prosesor Intel berbasis soket 1156 pertama di lab CHIP, sebuah Intel Core i5 750. Selang sehari kemudian, Intel menyuguhkan kejutan manis yang tak kalah menarik dengan menghadirkan Intel Core i7 870 yang juga berbasis Lynnfield, soket 1156. Kedua prosesor yang mengusung teknologi Nehalem 45 nm ini merupakan pembuka jalan bagi soket 1156 untuk mengawali debutnya di kelas mainstream. Waktu yang terbatas membuat CHIP hanya sempat menjalankan beberapa pengujian yang mengarah ke gaming saja. Akan tetapi, setidaknya hal itu sudah mewakili untuk mencicipi potensi kemampuan platform Intel terbaru ini.

INFO
Produsen MotherBoard Sudah Siap

Seperti biasa, ASUS menjadi produsen pertama yang menghadirkan board terbarunya ke lab CHIP. Gigabyte (menyertakan prosesor Core i5 750) dan MSI menyusul beberapa hari kemudian dan Intel mengirimkan P55-nya di saat terakhir, bersamaan dengan prosesor Core i7 870. Sebenarnya, ada sebuah board lagi, dengan harga terjangkau, dari MSI (P55-CD53) yang hadir paling, tetapi belum sempat diuji CHIP. Jadi, belum ditampilkan dalam galeri kecil ini.
fjf

Gigabyte P55-UD3P:

Tembaga 2 oz, menu overclocking lengkap, dan kestabilan khas Gigabyte menjadikan board P55 ini pilihan yang baik, meski Gigabyte membanderolnya dengan harga terjangkau.
ghdghfthj

ASUSP7P55D:

Tiga PCIe, PWM 16+3 fasa, dan kendali hardware overclocking me­lalui remote membuat board ini tampil berbeda, menarik, dan menjanjikan kinerja tinggi.
dhehfyjfrtj

MSI P55-GD65:

Board P55 kelas atas yang terjangkau (di bawah US$ 200) ini hadir dengan dukungan SLI dan Crossfire yang sudah teruji dan beragam feature overclock­ing yang cukup hardcore.
rhrjrj

Intel Extreme DP55SB:

DrMOS pada board buatan Intel? Ya, DP55SB memilikinya. Meski ukurannya “hanya” Micro-ATX, board ini menawarkan beragam feature overclocking dan penghematan daya kelas atas

INFO
SLI dan CrossFire pada Intel P55

Terbatasnya waktu (hanya dua hari) membuat CHIP harus bergegas menguji solusi multi-GPU pada P55. Sayangnya, board Gigabyte yang hadir saat pengujian belum mendukung SLI. Oleh sebab itu, CHIP mengganti platform menjadi:
Intel Core i7 870 OC (@3990 MHz)
MSI P55-GD65 (SLI & CrossFire ready)
asdsd
kyulu;l

Kemampuan menjalankan Crossfire (ATI) tidak menjadi masalah bagi platform Intel. Sebab, AMD sudah “menggratiskan” teknologi ini sejak lama. Akan tetapi, SLI (NVIDIA) adalah hal yang berbeda. NVIDIA baru mengizinkan teknologi ini diimplementasikan Intel pada chipset X58. Itupun dengan syarat tertentu. Produsen motherboard harus membayar “royalti” awal beberapa puluh ribu dolar AS dan sekitar US$3-US$5 untuk tiap board X58 yang menggunakan teknologi SLI. Hal yang sama berlaku pada board P55. Hal inilah yang membuat beberapa board X58 dan P55 tidak memiliki feature SLI hanya demi pemangkasan harga.
adasd
iluipui

Meski pengujian hanya sempat dijalankan beberapa jam saja, dapat CHIP pastikan bahwa SLI dan CrossFire berjalan dengan lancar. Aplikasi seperti 3DMark Vantage, berhasil menyu­guhkan scaling yang menawan saat konfigurasi SLI digunakan. Sementara itu, CrossFire dengan driver Catalyst 8.9 juga menyuguhkan kemampuan scaling yang baik pada game Resident Evil 5.
dsfgdyh

Kesimpulan Awal

Setelah pengujian awal, dapat dikatakan bahwa keragu-raguan akan kemampuan platform 1156 pupus sudah. Sistem berbasis soket 1156 ini menjanjikan awal yang baik. Dengan kemampuan upgrade hingga level Core i7, platform ini menjadi pilihan menarik. Sementara itu, Motherboard berbasis P55 berhasil mempertahankan nama baik chipset Intel seri P yang terkenal stabil.

Pertanyaan selanjutnya adalah sejauh mana para produsen mampu menekan harga boad P55? Saat Computex 2009 berlangsung, CHIP sempat mendengar bahwa ada produsen yang menjanjikan harga US$ 100 untuk sebuah board P55. Jika hal ini terbukti, bisa jadi, pasar akan cepat meng­adopsi soket baru ini. Hal lain yang perlu diperhatikan Intel untuk merebut hati konsumennya adalah prosesor soket 1156 de­ngan harga yang lebih terjangkau, setidaknya di kisaran US$ 100 – US$ 150. Hal ini harusnya bisa dipenuhi Core i3 di kemudian hari (semoga tidak terlalu lama).

Bagi calon early adopter, ingat bahwa P55 kemungkinan besar tidak berumur panjang. CHIP sudah menampilkan foto board P57 pada Computex 2009 yang lalu. Selain itu, ingatlah bahwa pada akhir tahun 2009 dan awal 2010, Intel masih akan meluncurkan prosesor 32 nm dan prosesor yang dilengkapi dengan core grafis (VGA). Board P55 yang tersedia sekarang seharusnya bisa menampung prosesor 32 nm, tetapi bagaimana dengan “prosesor yang ber-VGA”?

Perlu CHIP ingatkan juga, pengujian kali ini hanya bertujuan untuk “mencicipi” platform Lynnfield. Dalam edisi berikutnya, CHIP akan menampilkan hasil pengujian platform 1156 yang lebih mendalam dan lebih up-to-date.

sumber : http://chip.co.id/articles/featured/2009/12/14/platform-lga-1156/4/

~ by Fanny Ramli on December 16, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: